Archive

Archive for August, 2009

Software Prototyping dengan SketchFlow…

August 24, 2009 enricobudianto 6 comments

Dalam sebuah perancangan dan pengembangan sebuah software, baik untuk desktop application maupun website, pertama kali dibutuhkan komunikasi yang baik diantara kita sebagai developer dengan client yang menginginkan software tersebut. Masalah yang sering muncul adalah kesalahpahaman atas program yang kita buat, misalnya software yang kita buat mempunyai layout A, padahal sang client menginginkan layout B. Begitupula masalah content dari aplikasi tersebut. Hal-hal tersebut seringkali menghambat pekerjaan seorang developer dalam menyelesaikan proyeknya dengan segera, apalagi bila proyek tersebut dikejar deadline.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Microsoft meluncurkan software terbarunya, yaitu SketchFlow yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Microsoft Expression Studio 3. Terdapat tiga buah fitur utama yang ditawarkan oleh SketchFlow, yaitu Effective Prototyping, Interactive Review, dan Powerful Documentation.

1. Effective Prototyping

Menggunakan SketchFlow membuat kita mudah untuk mengetahui alur User Interface dalam program yang kita buat, karena SktechFlow menyediakan layout yang kita inginkan dan juga transisi dari satu state ke state lainnya. Ini memudahkan user untuk membuat hierarki dari program yang dia buat.

2. Interactive Review

SkecthFlow membuat sketsa program anda hidup!! Karena dengan tools yang disediakan di dalamnya, anda dapat membuat software anda dalam bentuk sebuah sketsa. Dengan informasi yang ada tersebut, maka software ini mendukung sistem concept to completion. Dari prototype yang ada, maka kita dapat mulai mendesai interfacenya, dengan Expression Blend tentunya…:D

Dengan SketchFlow, kita dapat membuat, mencoba, menganalisis, dan membuat kembali program yang kita inginkan dalam bentuk prototype tersebut, sehingga kita tidak perlu membuat program sebenarnya berulang-ulang kali. Hal tersebut dapat memboroskan waktu dan resource..

3. Powerful Documentation

SkecthFlow menyediakan dokumentasi proyek yang kita buat dengan mendalam untuk prototype tersebut.

Kesimpulannya, SketchFlow membuat kita lebih fleksibel, efisien, dan komunikatif dalam mengembangkan sebuah software. Dengan tampilan grafis software kita dalam bentuk prototype diatas, maka kita akan dapat lebih memahami maksud dari client, dan itu dapat sangat efektif dan efisien terhadap waktu, serta dapat mengurangi terulangnya proses komunikasi developer-client yang terlalu sering…

~ Terima kasih untuk Bang Kresna atas tutorial nya…

Info lebih lanjut dapat dibaca disini

Facebook disabled??

August 19, 2009 enricobudianto 1 comment

Saat ini Facebook bisa dikatakan salah satu social networking web yang paling tinggi peminatnya di dunia, terutama di Indonesia. Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dari facebook, antara lain bisa bertemu teman-teman lama di SD, SMP, SMA, dan juga bisa menambah networking dengan orang lain…

Bagaimana kalau tiba-tiba facebook anda disabled? Gejala ini ditandai dengan gak bisa login ke dalem system, dengan kata lain kita gak bisa mengakses profile kita. Dari user lain pun terkadang informasi mengenai user tersebut bisa hilang, dengan kata lain tidak bisa ditemukan di search option. Biasanya ketika login akan ada tulisan “Your account has been disabled by an administrator…”

Lalu bagaimana cara untuk mengembalikan account kita ke sedia kala? Saya punya satu cara untuk membuat facebook anda “nyala” lagi…:D…

1. Kirim email ke disabled@facebook.com atau appeals@facebook.com

2. Tuliskan subject email anda seperti biasa, gunakan bahasa yang tepat dan tidak standar, agar tidak dikira spam…

3. Tuliskan isi permasalahan anda, dengan alasan yang jelas (isi yang jelas diperlukan agar email kita tidak dianggap sebagai spam, tapi juga tidak perlu terlalu panjang), kemudian tuliskan pula email yang anda gunakan untuk login ke account anda.

4. Usahakan juga untuk mengirimkan email anda dengan menggunakan account email yang anda gunakan untuk login di facebook

5. Gunakan bahasa Inggris

6. Tunggu sampai beberapa hari, dan berharap semoga email kita mendapatkan tanggapan dari pihak facebook, walaupun tetap ada kemungkinan account facebook kita tetap akan disabled. Biasanya akan ada balasan yang tertulis : The Facebook Team has received your inquiry. We should get back to you soon. In the meantime, we encourage you to review our Terms of Use ( http://www.facebook.com/terms.php ) for more information.

Langkah diatas sudah diterapkan oleh teman saya dan alhamdulillah manjur, jadi mungkin ada baiknya juga dicoba sebagai ikhtiar untuk menggunakan kembali facebook anda…

Wajah DPR 2009-2014

Pemilu Legislatif 2009
Pemilu legislatif sudah cukup lama berlalu, sekitar 4 bulan yang lalu. Pemilu yang dilakukan pada tanggal 9 April 2009 ini akhirnya merubah perputaran roda perpolitikan Indonesia selama ini. Kancah perpolitikan nasional yang cenderung dikuasai kekuatan tradisional macam Golkar dan PDIP sejak era orde baru ternyata mulai berkurang tajinya, ini ditunjukkan dengan kemenangan besar dari Partai Demokrat, sebuah partai yang mulai mencuat sejak 2004 lalu.
Harus diakui, hampir di seluruh wilayah di Indonesia dikuasai oleh partai berlambang bintang ini, mencakup 60 persenan wilayah di Indonesia. Setelah berakhirnya pesta rakyat jilid satu tersebut, bagaikan sebuah bunga yang sedang mekar, partai ini “dikelilingi” oleh partai-partai lain untuk berkoalisi. Setelah berbagai perdebatan alot mengenai kerjasama, terbentuklah sebuah koalisi “gemuk” yang melibatkan banyak partai di dalamnya, dengan alokasi kursi sekitar 70 persen-an di DPR, sebuah tanda-tanda awal yang tidak sehat…


Pilpres dan Manuver Parpol
Manuver berikutnya dilakukan oleh partai-partai lain, terutama partai yang cenderung berselisih dengan koalisi ini, untuk semakin bergabung memperkuat diri, terutama menjelang pilpres yang akan diselenggarakan waktu itu. PDIP dan Golkar menjadi ujung tombaknya. Ternyata “koalisi” yang dibentuk tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda untuk bubar jalan ketika akhirnya mereka terbagi menjadi 2 calon presiden, yaitu ibu Megawati dan pak Jusuf Kalla. Dengan menggunakan proporsi hasil pilpres, tentunya pemecahan ini akan menguntungkan koalisi besar Demokrat, yang terancam menang besar di Pilpres. Seperti yang sudah kita ketahui, akhirnya SBY berhasil melanjutkan kepemimpinan jilid keduanya, walaupun ternyata persentasi perolehan suaranya tidak sebesar asumsi awal dari koalisi yang dia bangun.

Golkar dan PDIP
Langkah seribu akhirnya diambil oleh Golkar dan PDI. Golkar, yang sejak orde baru tidak pernah menjadi oposisi di pemerintahan terlihat mulai melakukan pendekatan kembali dengan partai Demokrat. Hal yang sangat disayangkan memang, sebab sebagai partai dengan perolehan nomor 2 di Pileg, bergabungnya mereka dengan Demokrat jelas merusakan harmonisasi partai pendukung pemerintah dan oposisi. Menurut sebagian media, besar kemungkinan banyak elite partai di Golkar yang haus kekusaan, dan tidak tahan apabila Golkar menjadi oposisi. Setali tiga uang dengan PDIP, partai ini awalnya diharapkan akan tetap konsisten dengan sikap politik yang mereka ambil, tampaknya mulai bosan karena selalu menjadi oposan di parlemen. Beberapa waktu yang lalu, setelah pemberian laporan nota keuangan oleh presiden, terlihat Taufik Kiemas dan SBY yang tampaknya saling bertegur sapa dengan hangat, menandakan akan adanya semacam “hubungan politik” diantara keduanya. Sampai saat ini, belum terlihat arah kesana. Saya pribadi berharap PDIP tetap konsisten menjadi oposan ,sebab bergabungnya PDIP ke pemerintahan akan membuat Indonesia tidak memerlukan DPR, yang notabene dibuat sebagai sarana legislatif dan pemberi saran/kritik kepada pemerintah….

Wajah DPR ke depan?
Lalu apa hubungannya semua hal diatas dengan wajah DPR ke depan? Ternyata DPR kita ke depan terancam hanya menjadi “tukang stempel” saja, berkaca kepada perolehan koalisi besar pendukung Demokrat. Hal ini mengancam demokrasi yang berjalan di Indonesia, karena membuat DPR menjadi kekuatan yang terlalu positif dengan pemerintah, akibat terlalu besarnya persentase wakil rakyat di parlemen yang mendukung pemerintah. Sampai dengan postingan ini diturunkan, hanya ada 2 partai yang sudah menegaskan akan menjadi oposisi, yaitu Gerindra dan Hanura, tetapi dengan gabungan suara yang tidak menapai 10%, tampaknya oposisi pada periode DPR tahun ini tidak akan “menggigit”…