Wajah DPR 2009-2014

Pemilu Legislatif 2009
Pemilu legislatif sudah cukup lama berlalu, sekitar 4 bulan yang lalu. Pemilu yang dilakukan pada tanggal 9 April 2009 ini akhirnya merubah perputaran roda perpolitikan Indonesia selama ini. Kancah perpolitikan nasional yang cenderung dikuasai kekuatan tradisional macam Golkar dan PDIP sejak era orde baru ternyata mulai berkurang tajinya, ini ditunjukkan dengan kemenangan besar dari Partai Demokrat, sebuah partai yang mulai mencuat sejak 2004 lalu.
Harus diakui, hampir di seluruh wilayah di Indonesia dikuasai oleh partai berlambang bintang ini, mencakup 60 persenan wilayah di Indonesia. Setelah berakhirnya pesta rakyat jilid satu tersebut, bagaikan sebuah bunga yang sedang mekar, partai ini “dikelilingi” oleh partai-partai lain untuk berkoalisi. Setelah berbagai perdebatan alot mengenai kerjasama, terbentuklah sebuah koalisi “gemuk” yang melibatkan banyak partai di dalamnya, dengan alokasi kursi sekitar 70 persen-an di DPR, sebuah tanda-tanda awal yang tidak sehat…


Pilpres dan Manuver Parpol
Manuver berikutnya dilakukan oleh partai-partai lain, terutama partai yang cenderung berselisih dengan koalisi ini, untuk semakin bergabung memperkuat diri, terutama menjelang pilpres yang akan diselenggarakan waktu itu. PDIP dan Golkar menjadi ujung tombaknya. Ternyata “koalisi” yang dibentuk tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda untuk bubar jalan ketika akhirnya mereka terbagi menjadi 2 calon presiden, yaitu ibu Megawati dan pak Jusuf Kalla. Dengan menggunakan proporsi hasil pilpres, tentunya pemecahan ini akan menguntungkan koalisi besar Demokrat, yang terancam menang besar di Pilpres. Seperti yang sudah kita ketahui, akhirnya SBY berhasil melanjutkan kepemimpinan jilid keduanya, walaupun ternyata persentasi perolehan suaranya tidak sebesar asumsi awal dari koalisi yang dia bangun.

Golkar dan PDIP
Langkah seribu akhirnya diambil oleh Golkar dan PDI. Golkar, yang sejak orde baru tidak pernah menjadi oposisi di pemerintahan terlihat mulai melakukan pendekatan kembali dengan partai Demokrat. Hal yang sangat disayangkan memang, sebab sebagai partai dengan perolehan nomor 2 di Pileg, bergabungnya mereka dengan Demokrat jelas merusakan harmonisasi partai pendukung pemerintah dan oposisi. Menurut sebagian media, besar kemungkinan banyak elite partai di Golkar yang haus kekusaan, dan tidak tahan apabila Golkar menjadi oposisi. Setali tiga uang dengan PDIP, partai ini awalnya diharapkan akan tetap konsisten dengan sikap politik yang mereka ambil, tampaknya mulai bosan karena selalu menjadi oposan di parlemen. Beberapa waktu yang lalu, setelah pemberian laporan nota keuangan oleh presiden, terlihat Taufik Kiemas dan SBY yang tampaknya saling bertegur sapa dengan hangat, menandakan akan adanya semacam “hubungan politik” diantara keduanya. Sampai saat ini, belum terlihat arah kesana. Saya pribadi berharap PDIP tetap konsisten menjadi oposan ,sebab bergabungnya PDIP ke pemerintahan akan membuat Indonesia tidak memerlukan DPR, yang notabene dibuat sebagai sarana legislatif dan pemberi saran/kritik kepada pemerintah….

Wajah DPR ke depan?
Lalu apa hubungannya semua hal diatas dengan wajah DPR ke depan? Ternyata DPR kita ke depan terancam hanya menjadi “tukang stempel” saja, berkaca kepada perolehan koalisi besar pendukung Demokrat. Hal ini mengancam demokrasi yang berjalan di Indonesia, karena membuat DPR menjadi kekuatan yang terlalu positif dengan pemerintah, akibat terlalu besarnya persentase wakil rakyat di parlemen yang mendukung pemerintah. Sampai dengan postingan ini diturunkan, hanya ada 2 partai yang sudah menegaskan akan menjadi oposisi, yaitu Gerindra dan Hanura, tetapi dengan gabungan suara yang tidak menapai 10%, tampaknya oposisi pada periode DPR tahun ini tidak akan “menggigit”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s